Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 7 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Ribuan Masyarakat Ikuti Jalan Santai HUT Pemko Langsa ke-13 PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 28 October 2014 07:42

Warga antusias mengikuti Jalan Santai, memperingati HUT Kota Langsa ke-13 (Photo by : Ayi)

 

Langsa - Ribuan warga masyarakat yang  terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak, begitu bersemangat untuk mengikuti gerak jalan santai yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Langsa, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Langsa ke-13. Minggu (26/10).

Acara yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB pagi, dengan dilepas oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah,SE, dan dihadiri  Wakil Walikota, Drs.Marzuki Hamid,MM, Kapolres Langsa,AKBP.Hariadi,SIK, Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol.Inf.Mahesa Fitriadi serta unsur muspida lainnya. Selain masyarakat, PNS dijajaran Pemerintah Kota Langsa,TNI dan Polri juga mengikuti gerak jalan santai tersebut.

Sedangkan rute jalan santai itu dimulai dari Lapangan Merdeka Langsa ke Jalan A.Yani Langsa hingga ke depan Stadion lalu mutar dan kembali lagi ke Jln A.Yani hingga finis di Lapangan Merdeka Langsa kembali. Acara tersebut juga dimeriahkan door prize dengan berbagai hadiah.

Dalam sambutannya, Walikota Langsa, menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk wadah yang tepat bagi kita semua dalam menjalin hubungan  silaturrahmi  yang mungkin selama ini  terabaikan oleh  kita  semua.

Pelaksanaan kegiatan pada hari ini sejatinya adalah kegiatan yang dapat kita jadikan kampanye untuk mengajak lebih  banyak warga masyarakat Kota Langsa agar membiasakan diri dalam melakukan olahraga. Hal ini menjadi penting karena pada saat yang sama, kita pahami olahraga masih dianggap  sebagai beban bagi sebagian besar masyarakat untuk melakukannya. Padahal kita juga mengetahui, olahraga  adalah  bagian  yang sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan kita  ditengah-tengah aktifitas yang  bukan  saja  melelahkan  fisik  namun  juga  Psikis.

Oleh  karena  itu, saya berharap kegiatan jalan santai ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mengajak  masyarakat  agar mau membiasakan diri  berolahraga. Hal itu bisa diawali dengan melakukan olahraga sederhana secara  rutin  seperti jalan kaki yang kita lakukan pada hari ini.

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga mengajak  seluruh peserta jalan santai, untuk melakukan beberapa hal selama perjalanan seperti jika menemukan  sampah  selama dalam perrjalanan, tolong diambil sampah  tersebut  lalu  dibuang  pada  tempatnya.

Kemudian, ia juga meminta kepada peserta agar  tidak  mencemari  sejuknya  udara  pada  pagi hari ini  dengan  aktivitas  merokok. Sayangilah diri sendiri dan orang-orang di sekitar anda dengan tidak merokok sepanjang mengikuti kegiatan ini.

Last Updated on Tuesday, 28 October 2014 11:32
 
KONI Langsa Gelar Pertandingan 5 Cabang Olahraga PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 28 October 2014 07:39

Langsa -  Dalam rapat terbatas Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Langsa, Jumat (24/10), memutuskan, untuk mencari bakat serta bibit-bibit atlit olah raga prestasi dengan menyelenggarakan pertandingan-pertandingan olahraga setingkat Kota Langsa.

" Sebagai awal kegiatan ini, Koni Kota Langsa akan fokus untuk cabor Futsal, Bola Basket, Tenis Meja, Bola Voli dan Drum Band, akan digelar secara penuh selama bulan November 2014, yang dimulai sejak tanggal 5 November hingga selesai semua cabor," kata Sekretaris Umum KONI Kota Langsa, Ray Iskandar,SE, Minggu (26/10).

Dijelaskannya, atlit yang mengikuti kegiatan ini dengan kriteria umur maksimal 20 tahun atau mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Dan, bagi atlit yang menang atau berprestasi maka akan menjadi atlit Kota Langsa, serta juga akan dipersiapkan untuk mengikuti  Kejuaran Daerah (Kejurda), Kejuaran Nasional (Kejurnas) serta even-even lainnya.

Sementara itu, kegiatan pembinaan ini dilakukan oleh masing-masing cabor, tapi untuk biaya pelaksanaannya dibantu dari anggaran pembinaan KONI Kota Langsa, namun KONI tetap akan melakukan pengawasan terhadap pembinaan tersebut." InsyaAllah pada tahun 2015, kegiatan serupa akan dilaksanakan dengan menambah beberapa cabor lainnya," ujarnya.

 

Karenanya, ia berharap kepada masing-masing cabor serta para atlit untuk serius mengikuti kegiatan pembinaan ini. Sehingga, apa yang menjadi cita-cita Pemerintah Kota Langsa untuk mencari atlit terbaik dan berprestasi bisa tercapai.

 
Polres Langsa Gelar Razia Kendaraan Komplit PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Wednesday, 22 October 2014 16:39

Kasat Lantas Polres Langsa Iptu.T.Zia Fahlevie saat pelaksanaan razia kenderaan bermotor (Photo by : Ayi)

 

LANGSA--Guna mengantisipasi aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan aksi kriminalitas penjambretan, Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Langsa, akan menggelar razia kendaraan komplit secara besar-besaran dalam wilayah hukum Polres Langsa, Selasa (21/10).

Kapolres Langsa AKBP. H. Hariadi, SH, SIK melalui Kasat Lantas Iptu. T. Zia Fahlevie kepada awak media di ruang kerjanya mengatakan, razia kendaraan komplit ini dikakukan mulai hari Rabu, 22 Oktober 2014 (hari ini-red). Dimana tujuan dari razia adalah untuk menertibkan kelengkapan kendaraan dan kelengkapan administrasi.

"Selama ini kita telah cukup melakukan sosialisasi terkait ketertiban berlalulintas dan kelengkapan kendaraan kepada masyarakat. Baik melalui kegiatan penguman berjalan dan spanduk, maupun melalui media masa, dan hari ini kita akan melakukan razia penertiban lapangan," sebut Zia.

Dijelaskannya, dalam razia besar-besaran yang akan dilakukan besok (hari ini-red), pihaknya akan memeriksa semua kelengkapan kendaraan dan pengendara secara komplit. Mulai dari SIM, STNK, Helm, lampu, plat, spion dan knalpot serta kelengkapan lainnya.

 

Lanjutnya, razia besar-besaran tersebut juga dilakukan dalam dua sistem, yaitu stationer atau sistim pos di jalan dan hunting atau sistim pindah-pindah lokasi. "Jadi kita harapkan kepada masyarakat, agar melengkapi kendaraannya, jangan sampai nanti bermasalah dalam razia," sebut zia lagi seraya menambahkan, razia ini juga bahagian dari cipta kondisi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat

Last Updated on Wednesday, 22 October 2014 16:46
 
Tim Peneliti : Perlu Proses Panjang dalam Penelitian Sejarah Langsa PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Wednesday, 22 October 2014 09:54

 

Ketua Tim Peneliti sedang mengamati Nisan dari kuburan yang diduga sebagai kuburan Raja Langsa (Photo by : Nas)

 

Ketua Tim Penelitian Sejarah Langsa, Drs.Rachmatsyah,M.Pd, melalui press realease-nya yang disampaikan kepada Wartawan Media ini, Selasa (21/10) mengatakan  penelitian yang digagas Pemerintah Kota Langsa tentang Makam Raja, telah melalui proses yang panjang yakni dimulai sejak tahun 2013, dan telah dilakukan beberapa  workshop serta satu kali persentasi tentang hasil penelusuran awal sejarah Langsa dengan mengundang pihak-pihak terkait termasuk keluarga ahli waris, tokoh masyarakat, LSM serta perwakilan masyarakat Tionghoa  "Kita sangat legowo jika ada pihak masyarakat atau yang merasa diri sebagai ahli sejarah langsa ikut memberikan kontribusi yang sehat bagi penulisan sejarah Langsa.”


Menurutnya, penelitian ini bukan kerja mudah dan ini sudah melalui proses yang panjang, jadi jika ada pihak-pihak yang mengkritik harus berpikir jernih karena ini demi kepentingan publik dan sejarah bisa membuka wawasan bagi masyarakat. Seharusnya kita bangga karena ada pihak-pihak yang melakukan pengkajian terhadap sejarah Langsa, apalagi sudah beberapa tahun sejak Kota Langsa masih bergabung dengan Aceh Timur belum ada yang melakukan penelitian seperti ini. Sehingga, penelitian sejarah yang dilakukan ini bukan mencari sensasi, tapi kami menilai bahwa pihak terkait yang dinilai terburu-buru menilai Pemko Langsa mencari sensasi.


Sementara itu, ketika ditanya terkait kegiatan Pemerintah Kota Langsa yang membangun makam raja langsa di Gampong Baroe, yang dikelola oleh Dinas Pemuda, Olahraga,Kebudayaan dan Pariwisata, Rachmatsyah, menjelaskan, dalam sebuah kolonial verslag tentang nota betreffende het landschap disebutkan bahwa pendiri pertama Kenegtoan Langsa adalah Datoe Dajanf, yang dalam silsilah keluarga ulee balang/raja negeriLlangsa disebut Datuk Banang atau Teuku Chik Banang.

Selain itu, disaat tim peneliti sejarah Langsa mengkonfirmasikan hal ini kepada pihak ahli waris khususnya Teuku Abdulatif Sani dan Ampon Wan, yang mengarahkan kami kepada sebuah makam di Gampong Baroe tersebut. Dimana, disekitar lokasi makam tersebut juga terdapat sebuah gundukan tanah yang dikisahkan sebagai tempat dikuburkannya kerbau kesayangannya.


Hal ini juga terdapat dalam kisah-kisah klasik oral tradition Langsa tentang adanya seekor kerbau kesayangan Datuk Dayang. Itulah sebabnya mengapa pihaknya kemudian memberikan perhatian khusus terhadap makam tersebut untuk diadakan penelitian lebih lanjut khususnya kepada kajian-kajian arekologis dan lain srbagainya guna memperkuat data-data tentang sejarah Langsa.

 

Last Updated on Wednesday, 22 October 2014 10:06
 
Meriah, Pagelaran Budaya Pantai Timur di Langsa PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Tuesday, 21 October 2014 10:33

Warga Kota Langsa memadati pertunjukan Pagelaran Budaya Pantai Timur yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Kota Langsa di Lapangan Merdeka setempat, Minggu (19/10) sekira pukul 21:30.

Pagelaran yang dibuka Wakil Wali Kota Langsa, Drs Marzuki Hamid, MM dihadiri 200 seniman dan senimawati dari seluruh Aceh dan Sumatera Utara.

Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid dalam sambutannya mengatakan, kebudayaan adalah bagian yang esensial dari kehidupan manusia, karenanya kegiatan yang bersifat kreatif untuk menciptakan, menggali, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan merupakan sesuatu hal yang mutlak.

"Tanpa adanya kreasi baru, dengan tanpa meninggalkan landasan yang asli, maka kebudayaan tersebut tidak mungkin dikembangkan. Kemudian, di sisi lain nilai-nilai kebudayaan di Indonesia harus terus dibina dan dikembanhkan guna memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan nasional serta memperkokoh jiwa kesatuan bernegara," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Marzuki, berbagai karya budaya tradisional harus tetap digali, dipelihara, dibakukan dan dikembangkan dengan baik. Apalagi, di daerah Aceh sangat banyak memiliki kekayaan di bidang budaya sebagaimana telah terbukti dari kejayaan sejarah di masa lampau.

Sementara Kadisporabudpar, Drs Syafrizal dalam laporannya mengatakan, melalui pergelaran budaya pantai timur ini kita mencoba untuk menggairahkan kegiatan seni dan budaya yang ada di Kota Langsa, sekaligus untuk memberikan hiburan bagi masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Kota Langsa.

Di mana pagelaran ini diikuti 10 sanggar dari tujuh daerah di kab/kota Aceh dan Sumut yakni, Sanggar Pocut Meurah Inseun (Lhokseumawe), Sanggar Meuligee Lindung Bulan (Aceh Tamiang), Sanggar Putroe Naila (Sabang), Sanggar Banda Beutari (Kota Langsa), Sanggar Pesona (PTPN I Langsa), Sanggar Idaman (Kota Binjai-Sumut), Sanggar Meuligoe Timur (Aceh Timur), Sanggar Cut Meutia (Aceh Utara), Sanggar Impragas (Kota Langsa), Grup Seudati Aceh Lon Sayang (Kota Langsa) dan Sanggar Sidom (Kota Langsa).

"Ke depan, kegiatan gelar budaya pantai timur ini direncanakan akan dijadikan kalender tetap yang akan diadakan setiap tahunnya dalam memperingati HUT Kota Langsa," tandasnya.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 81