Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 3 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Walikota Serahkan 31 Kenderaan Oprasional Untuk Aparat Gampong PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Thursday, 24 April 2014 20:28

Serah terima kenderaan oprasional oleh Walikota Langsa kepada Aparat Gampong (Photo by :Nas)

 

Walikota Langsa, Usman Abdullah, menyerahkan kendaraan dinas roda dua kepada keuchik dan imam gampong dalam wilayah Kota Langsa, di halaman kantor Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKA) setempat. Kamis (24/4).

Walikota Langsa, menyampaikan kendaraan dinas ini untuk kelancaran tugas keuchik dan imam dalam melayani masyarakat di gampong masing-masing, sehingga apa-apa yang dibutuhkan masyarakat bisa dengan cepat terlayani, dan diharapkan kendaraan dinas ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya serta di rawat sebaik-baiknya juga, jangan sampai baru dua tahun dipergunakan sudah menjadi besi tua.

Karena, pemberian kendaraan dinas ini tidak bisa setiap tahun dilakukan makanya diperlukan perawatan. Selain itu, diharapkan kepada keuchik dan imam gampong  dapat mendukung program-program kerja pemerintah karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam merealisasikan program kerjanya baik bidang insfrastruktur maupun dalam penegakan syariat islam.

Sementara itu, bagi keuchik dan imam gampong yang belum mendapatkan kendaraan dinas roda dua ini, agar bersabar karena tidak mungkin semua akan dibagi dengan waktu yang sama,"Semua pasti dapat hanya waktunya saja yang berbeda, karena sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Data yang diperoleh dari DPKA Kota Langsa, kendaraan dinas roda dua yang dibagikan ini berjumlah 31 unit dengan perincian 12 unit untuk keuchik, 18 unit untuk imam dan satu unit untuk MPU Kota Langsa. Adapun keuchik-keuchik yang menerima kendaraan dinas ini yakni :Keuchik Buket Pulo, Simpang Wie, Buket Meutuah, Seunebok Antara, Sukarejo, Sungai Lueng, Bukit Madang Ara masing-masing Kecamatan Langsa Timur.

Kemudian, Keuchik Paya Bujuk Teungoh, Paya Bujuk Beuromo, Simpang Lhe masing-masing Kecamatan Langsa Barat. Serta Keuchik Alue Beurawe Kecamatan Langsa Kota dan  Paya Bujuk Seulamak masing-masing Kecamatan Langsa Baro.

Sedangkan, kendaraan dinas yang dibagikan kepada imam yakni imam Gampong Matang Panyang, Bukit Rata, Alue Merbau, Matang Sengai masing-masing Kecamatan Langsa Timur. Imam Seurigit, Sungai Pauh, Sungai Pauh Pusaka, Sungai Pauh Tanjung masing-masing Kecamatan Langsa Barat.

Imam Pondok Kemuning, Meurandeh Aceh, Suka Jadi Kebun Ireng masing-masing Kecamatan Langsa Lama. Serta, imam Alue Dua, Birem Puntong, Pondok Kelapa, Karang Anyar, Gedubang Aceh, Lengkong dan Alue Dua Bakaran Bate masing-masing Kecamatan Langsa Baro.

Last Updated on Thursday, 24 April 2014 20:33
 
Pramuka Membentuk Generasi Muda Berkepribadian,Berwatak, dan Berbudi Luhur PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Thursday, 24 April 2014 20:15

Gerakan pramuka sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan, dan juga merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia pada masa lampau. Rabu (23/4).

Gerakan ini bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi muda yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, memiliki kecerdasan dan ketrampilan yang tinggi, sehat jasmaninya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," demikian disampaikan Ketua Majelis Pemimpin Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Langsa yang juga sebagai Wali Kota Langsa, Usman Abdullah,SE saat melantik pengurus Kwatir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Langsa priode 2013 - 2018, di halaman pendopo Langsa.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka gerakan pramuka diarahkan kepada berbagai program berupa pendidikan mental dan kepribadian, ketrampilan serta karya bhakti untuk membantu masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan hidup, peningkatan perekonomian keluarga, kesehatan dan pendidikan serta bidang sosial budaya. Sehingga tidak heran jika masa lampau sebagian besar siswa SD hingga SLTA sangat berminat menjadi anggota pramuka aktif.

Akan tetapi saat ini kita dapat melihat mulai terjadinya pergeseran, dimana generasi muda kita mulai meninggalkan pramuka dan lebih tertarik terhadap kegiatan-kegiatan lain, bahkan tidak jarang melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti penyalahgunaan obat, perkelahian, menurunnya kepatuhan terhadap hukum serta meningkatnya penggunaan kekerasan sebagai cara menyelesaikan permasalahan dan lain sebagainya.

Sementara itu, Ketua Harian Kwatir Cabang Daerah (Kwarda) Aceh, Ramli Rasyid, menyampaikan gerakan pramuka adalah gerakan pendidikan non formal, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional kita, yang bersifat sukarela, non politik dan terbuka untuk semua unsur, tanpa membedakan asal-usul, ras, golongan, suku bangsa dan agama. Dengan tujuan menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik.

Serta bertanggung jawab, berkarakter, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik. Guna menjamin keberhasiilan pelaksanaan pendidikan kepramukaan telah dilakukan upaya untuk penguatan terhadap peraturn perundang-undangan tentang gerakan pramuka.

Dirinya mengharapkan, kepada Ketua Kwarcab Gerakan Ketua Majelis Pemimpin Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Langsa dan seluruh anggota majelis pembimbing harus berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan kepramukaan dengan cara mendukung pengalokasian dana yang cukup untuk pelaksanaan pendidikan kepramukaan di Kota Langsa.

 
KIP Tetapkan DPS Pilpres PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Thursday, 24 April 2014 20:09

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa, menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sebanyak 112.054. DPS ini merupakan jumlah pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Legislatif (Caleg) pada 9 April yang lalu. Selasa (22/4).

Komisioner KIP Kota Langsa, Ngatiman, kepada wartawan, mengatakan, Daftar Pemilih Sementara ini nantinya akan di teliti ulang untuk melihat yang tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia, pemilih ganda dan lainnya serta  pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun pada saat pemilihan presiden 9 Juli 2014. Dimana, jadwal cek ulang DPS di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) sampai dengan 30 April 2014.

Dikatakannya, untuk mengkroscek DPS Pilpres ini, KIP Kota Langsa akan selalu berkoordinsai dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Kemudian, setelah Daftar Pemilih Sementara menjadi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan maka akan diumumkan ditingkat gampong.

Setelah itu dilakukan kroscek ulang, baru kemudian ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres oleh PPS pada tanggal 3 sampai 4 Juni 2014, ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2014 tentang tahapan, program dan jadwal Pilpres

 
Langsa Wujudkan Kota Berperadaban Islami PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Thursday, 24 April 2014 19:56

 

Kegiatan Safari Subuh Pemko Langsa

 

 

Berlakukan Safari Shalat Subuh dan Magrib Berjamaah Bagi Pegawai

Oleh :Bahtiar MA

LANGSA--Ketika maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa periode 2013 - 2017, pada Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2012 lalu. Pasangan Usman Adullah, SE alias Toke Seum dan     Drs. Marzuki Hamid, MM, usungan partai politik lokal Partai Aceh (PA) yang dikenal dengan pasangan UMARA, telah menetapkan salah satu visinya membangun Kota Langsa yang berperadaban islami.

Visi mulia tersebut, tentunya menjadi janji pasangan yang terpilih sebagai Umara (pemimpin-red) di Kota Langsa lewat dua putaran ini, yang harus dipenuhi. Baik sebagai tanggung jawab kepada rakyat yang telah mempercayainya, maupun kepada Allah, SWT selaku pemberi kuasa atas keberhasilan sebagai khalifah yang telah dicapai saat ini.

Sejak dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Langsa oleh Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah, pada Agustus 2012 lalu dalam rapat paripurna DPRK Langsa, pasca penetapan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP). Pasangan yang dikenal dengan pasangan perjuangan dan akademisi ini, langsung menyusun langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi misi masa kampanye, yang salah satunya adalah mewujudkan Langsa sebagai kota berperadaban islami.

Beberapa terobosan dan konsep menuju kota peradaban islami telah disusun dengan matang bersama tokoh agama, instansi terkait dalam hal ini Dinas Syariat Islam, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Muspida, serta steakholder lintas sektoral yang ada di Kota Langsa. Hasilnya, Pemko Langsa secara kolektif (Muspida dan Muspida Plus) akhirnya mengeluarkan sebuah maklumat terbuka kepada masyarakat Langsa, terkait penegakan syariat Islam dengan beberapa pointer himbauan dan larangan menyangkut pembentukan moral.

Sementara menyangkut ibadah, Pemko Langsa melalui Dinas Syariat Islam melakukan terobosan yang luar biasa dan termasuk baru di Aceh. Yaitu mengeluarkan kebijakan safari shalat subuh dan magrib berjamaah bagi pegawai di lingkungan Pemko Langsa, pejabat SKPD, BUMD, serta masyarakat dari mesjid ke mesjid gampong-gampong yang ada dalam wilayah pemerintahan Langsa.

"Ini salah satu upaya mewujudkan Langsa sebagai kota berperadaban islami, sebagaimana visi Walikota dan Wakil Walikota sebelumnya. Tentunya, ini konsep penegakan syariat yang luar biasa dan wajib di dukung oleh seluruh jajaran Pemko Langsa dan Muspida, serta masyarakat, karena selain mewujudkan kota peradaban islami, juga mengajak kita menjadi masyarakat yang dekat dengan Allah," sebut Kepala Dinas Syariat Islam, Drs. H. Ibrahim Latif, beberapa waktu lalu kepada langsakota.go.id.

Ibrahim Latif, selaku Kadis Syariat Islam yang pernah menjadi korban penyerangan kelompok anti syariat ketika membubarkan hiburan keyboard malam hari, di kawasan Kecamatan Langsa Timur beberapa waktu lalu, juga menyebutkan, bahwa pelaksanaan konsep safari shalat subuh dan magrib berjamaah bagi pegawai pemerintahan dan masyarakat ini dilakukan secara terjadwal.

Untuk safari shalat subuh berjamaah dilakukan pada hari Sabtu setiap minggunya, dengan agenda shalat berjamaah dan tausiah agama atau kultum yang disampaikan oleh ustadz-ustadz di Kota Langsa berdasarkan jadwal. Sementara safari shalat magrib berjamaah dilakukan pada minggu pertama setiap awal bulan dengan konsep yang sama dan pada mesjid yang berbeda-beda.

"Awalnya, kebijakan safari shalat subuh berjamaah ini sempat menuai pro kontra juga, ada yang menilai ini upaya pencitraan, membuat niat jamaah shalat bukan karena Allah tapi sudah karena perintah Walikota dan banyak lainnya. Namun berkat komitnen Walikota dan Wakil Walikota dalam mewujudkan visi misinya, kini program safari shalat subuh dan magrib berjamah sudah berjalan dengan baik, bahkan pegawai dan masyarakat sudah ramai mengikutinya," terang Ibrahim diawal evaluasi program safari shalat ini.

Selain sebagai upaya mewujudkan Langsa sebagai kota berperadaban islami, program safari shalat subuh dan magrib berjamaah ini, juga menjadi sarana meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiah antara pemerintah dengan masyarakat secara langsung. Dimana dalam kesempatan safari shalat berjamaah itu, Walikota atau Wakil Walikota juga membuka ruang diskusi langsung dengan masyarakat untuk penyampaian aspirasi atau masukan demi kemajuan dan kebaikan pemerintahan kedepan.

"Dengan adanya safari shalat subuh dan magrib berjamaah ini ke setiap mesjid gampong secara bergiliran, masyarakat tidak perlu susah lagi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Karena Walikota atau Wakil Walikota yang datang langsung kehadapan masyarakat, jadi bagi masyarakat yang ingin berjumpa dengan Walikota atau Wakil Walikota, ayo ikut safari shalat subuh dan magrib berjamaah," ungkap Walikota Langsa mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Usman Abdullah, SE yang akrab disapa Toke Seuum ini pada mimbar tausiah safari shalat subuh salah satu mesjid di Langsa Baroe beberapa waktu lalu.

Inilah salah satu upaya Pemko Langsa dalam mewujudkan Langsa sebagai kota berperadaban islami, sebagaimana visi misi ketika maju pada Pemilukada 2012 lalu. Tentunya masih ada beberapa terobosan lainnya yang dilakukan dalam rangka mewujudkan visi mulia tersebut, termasuk pelarangan hiburan keyboard pada malam hari dengan konsekuensi penentangan keras dari kelompok anti syariat. "Asshalatu khairumminannaum" (***)

Last Updated on Thursday, 24 April 2014 20:02
 
181 Santri MUQ Dikembalikan Ke Orang Tua PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Monday, 21 April 2014 20:39

LANGSA--Sebanyak 181 orang santri tingkat Aliyah, Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa, yang telah mengikuti Ujian Nasional (UN) dikembalikan kepada orang tua masing-masing dalam kegiatan Haflah Takhrij yang berlangsung di MUQ setempat, Senin (21/4).

Mudir MUQ Langsa, Drs. H. Yunus Ibrahim, saat pelepasan mengatakan, 181 santri tersebut terdiri dari 72 putra dan 109 putri yang duduk di kelas akhir tingkat Aliyah, karena mereka telah menyelesaikan pendidikannya selama enam tahun di MUQ.

Dalam acara penyerahan kembali santri yang berlangsung haru itu, Yunus Ibrahim selaku pihak yang mewakili MUQ menyampaikan ucapan termakasih, sekaligus permohonan maaf atas nama seluruh jajaran yang ada di MUQ, mulai dari para ustaz dan ustazah, para pegawai administrasi, petugas kebersihan, petugas keamanan dan petugas dapur kepada para santri dan walinya.

“Atas kepercayaan para Bapak dan Ibu menyerahkan pendidikan anaknya kepada kami selama enam tahun kami sangat berterimaksih. Dan kami juga memohon maaf atas segala kekurangan selama mendidik mereka,” sebut Yunus Ibrahim, seraya menambahkan, penyerahan kembali santri ini bukan berarti pihak MUQ tidak lagi suka kepada mereka.

Namun penyerehan kembali mereka pada hari ini, merupakan bukti cinta kami agar semua anak-anak ini dapat melanjutkan perjuangan meraih cita-citanya. "Saya berharap para santri MUQ ini dapat menjadi sosok generasi muslim yang profesional kedepannya dan dapat berkarya dengan baik di perguruan tinggi untuk meraih cita-cita," harapnya.

Sementara itu, Drs. H. Abdullah Gade, selaku pihak yang mewakili orang tua santri mengatakan, sebagai orang tua para santri, pihaknya tidak sanggup membalas jasa semua pihak di jajaran MUQ. Dengan berbagai materi pendidikan yang diterima anak-anaknya di MUQ sekarang mereka semuanya telah menjadi kebanggan keluarga sebagai anak-anak yang berpendidikan dan berakhlakul karimah, dan harapan ke depan menjadi calon pemimpin yang akan berbakti kepada agama, nusa dan bangsa.

Salah seorang santri yang mewakil teman-temannya, saat menyampaikan pesan dan kesan selama belajar di MUQ mengatakan, pihaknya tidak akan pernah melupakan seluruh kebaikan yang diterima di lembaga pendidikan yang mereka cintai itu.

“Enam tahun yang lalu kami datang kemari masih sebagai bocah yang belum tahu apa-apa. Sekarang kami dilepaskan dari sini sudah dibekali dengan berbagai ilmu untuk menghadapi kehidupan nyata, kami tidak akan pernah bisa melupkannya, semoga MUQ tetap berjaya," ungkap santri disambut haru seluruh pengunjung.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 61