Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 9 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Polisi Gerebek Judi Online Di Warnet PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Friday, 08 May 2015 09:38


Kabag Ops Polres Langsa, AKP. Sujatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian sedang memperlihatkan tersangka dan barang bukti judi online sbobet, di Aula Mako Polres Langsa. Rabu (6/5).(Photo : Ayi)


LANGSA—Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa, berhasil mengungkap sindikat judi online sbobet yang selama ini beroperasi di warnet Rafa Net jalan Sudirman, Gampong PB. Pase, Langsa Kota. Dari penggerebekan itu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti ID, uang tunai dan empat orang tersangka, Rabu (6/5).

Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SH, SIK melalui Kabag. Ops. AKP. Sujatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian, SIK, kepada wartawan dalam konprensi pers di Aula Mapolres mengatakan, penggerebekan warnet penyedia judi online sbobet tersebut dilakukan pada Selasa (5/5) malam sekira pukul 23.30 Wib.

Dijelaskannya, pengungkapan judi online sbobet tersebut berawal dari laporan masyarakat dilanjutkan dengan penyelidikan yang dilakukan petugas. Dimana hasil pengungkapan diketahui bahwa warnet Rafa Net selama ini menyediakan layanan judi online sbobet dan menjual ID bagi pemainnya.

“Dari hasil penyelidikan itu akhirnya, pada Selasa (5/5) malam, sekira pukul 23.30 Wib, kita melakukan penggerebekan. Disana kita berhasil mengamankan tersangka operator berinisial RE (25), dan tiga orang pemain judi online sbobet masing-masing berinisial AM (17), MR (16) dan MO (20), semuanya warga Kota Langsa,” sebut Sujatmiko.

Ditambahkannya, selain itu pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa, dua unit komputer, uang tunai sebesar Rp. 245 ribu, satu kartu ATM dan buku rekening BRI, dan 16 lembar nomor ID judi online dengan nilai slot Rp. 200 ribu, Rp. slot 100 ribu dan slot Rp. 50 ribu.

Lanjutnya, dari pengakuan tersangka diketahui bahwa perkiraan omset pendapatan judi online sbobet ini mencapai lebih kurang Rp. 3.350.000 perhari atau mencapai Rp. 100.500.000 perbulannya. “Kini keempat tersangka bersama barang bukti sementara diamankan di Mapolres Langsa guna penyidikan, dan terhadap tersangka akan dikenakan pasal 5, 6 Jo Pasal 23 qanun nomor 13 tahun 2003 tentang pidana perjuadian atau maisir, dengan ancaman uqubat cambuk di depan umum paling banyak 12 kali dan paling sedikit 6 kali,” sebut Sujatmiko lagi.

Disinggung terkait izin operasional warnet yang terbukti menyediakan layanan judi online tersebut, Sujatmiko mengatakan, menyangkut perizinan usaha warnet dimaksud pihaknya akan membicarakan perihal ini dengan pihak dinas terkait.

Last Updated on Friday, 08 May 2015 09:42
 
Polres Langsa Amankan 5 Kg Narkoba Jenis Sabu. PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 05 May 2015 16:23



Kapolres Langsa AKBP.Sunarya.SIK, menunjukkan tersangka dan barang bukti narkotika jenis Sabu seberat 5 Kg, hasil pengungkapan  jaringan narkoba internasional di Mapolres Langsa, Senin (4/5). (Photo : Ayi)



Langsa – Satserse Narkoba Polres Langsa berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional.  Pada Minggu (3/5), sekitar pukul 20.30 WIB, di  Jalan Pertahanan Gang Abdurrahman,  Deli Serdang, Sumatra Utara, berhasil menangkap dua tersangka beserta barang bukti 5 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK, didampingi Wakapolres, Kompol. Hadi Saepul Rahman, SIK, Kabag Ops, AKP. Jatmiko dan Kasat Narkoba, Ipda. Syamsudin, kepada sejumlah wartawan, Senin (4/5), di Aula Mapolres Langsa, menjelaskan, pengungkapan peredaran narkoba tersebut berdasarkan pengembangan dari kasus ekstasi yang sebelumnya sudah terungkap dengan tersangka Hermansyah.

Atas pengembangan dan berdasarkan pengakuan tersangka Hermansyah, polisi mendapatkan informasi bahwa ada satu unit mobil Ford Ranger warna putih BL 8127 KS dari Aceh Utara membawa narkoba jenis sabu, dan setelah memastikan informasi tersebut serta menemukan target yang melintas di wilayah hukum Polres Langsa.

Dengan melakukan penjejakan serta pengejaran terhadap mobil yang melintasi Kota Langsa menuju arah Medan, Kasat Narkoba beserta anggota pada pukul 20.30,di Jalan Pertahanan Gang Abdurrahman, Patumbak, Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil mengamankan dua tersangka masing-masing Hafnirudin (43), warga Desa Alue Anoe Barat, Dusun Barona, Baktiya, Aceh Utara dan Rudi Hartono Nasution (26), warga Desa Gading, Datuk Bandar, Asahan. Dialamat tersebut, Polisi berhasil menemukan lima bungkus besar narkoba jenis sabu dengan berat keseluruhan lima kilogram

Selain mengamankam 5 kilogram narkoba jenis sabu, polisi juga menyita barang bukti lain yakni satu buah bong yang terbuat dari botol plastik, satu botol alkohol, satu gulung alumunium foil, satu unit mobi merk Ford Ranger warna putih BL 8127 KS, tiga buah handphone dan satu tas hitam.

Kapolres, menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut berasal dari Malaysia dan masuk melalui Aceh Utara, dan kemudian di bawa ke Medan Sumatra Utara. Dimana sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Sumatra Utara dan Aceh dan jika dinominalkan sabu seberat 5 kilogram tersebut berjumlah lebih kurang Rp 3,5 Milyar.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 112 Subs Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," Kedua tersangka bisa juga dikenakan hukuman mati," jelas Kapolres.

Last Updated on Tuesday, 05 May 2015 16:36
 
Haji Uma Eumpang Breuh, Isi Kuliah Umum di IAIN Langsa PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Tuesday, 05 May 2015 16:17



Haji Uma Eumpang Breuh sedang menyerahkan cendramata DPD RI kepada Rektor IAIN Langsa,
Dr. H. Zulkarnaini Abdullah, MA usai memberikan kuliah umum di kampus setempat, Senin (4/5)


LANGSA—Sudirman atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Uma, pemeran utama dalam serial komedi Aceh, Eumpang Breuh, yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, memberikan kuliah umum tentang perlindungan budaya dan bahasa daerah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Senin (4/5).

Dalam materinya, anggota Komite III DPD RI yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan, bahwa perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar sekarang ini secara tidak langsung telah membuat bahasa daerah mulai ditinggalkan.

“Ini sangat ironis, karena sekarang kita lihat anak-anak kita sudah mulai malu untuk berbicara dengan bahasa daerah, khususnya bahasa kita Aceh. Berdasarkan hasil penelusuran kita, bahasa Aceh saat ini hanya menjadi bahasa komunitas kecil dalam lingkup kemasyarakatan, tentunya ini harus diselamatkan jangan sampai generasi Aceh nantinya tidak bisa lagi berbahasa Aceh,” sebut Sudirman.

Menurut Sudirman, mulai memudarnya kesadaran masyarakat untuk berbicara dengan bahasa daerah masing-masing dalam interaksi sosial, selain pengarus perkembangan teknologi. Juga dikarenakan tidak adanya regulasi hukum jelas yang melindungi kelestarian bahasa daerah sebagai bahagian dari kekayaan seni dan adat.

Lanjutnya, bahkan khusus untuk Aceh saat ini masyarakat sudah mulai merasa malu atau minder bila berbicara dengan bahasa Aceh dalam interaksi sosial. Bahkan seni Aceh seperti drama dan lagu-lagu dalam bahasa daerah menjadi seni yang tidak disukai dalam masyarakat.

“Ini kondisi yang sangat memprihatinkan, makanya saya selaku anggota Komite III DPD RI sekarang sudah mengusulkan rancangan undang-undang tentang perlindungan bahasa dan kesenian daerah dengan menjadikannya masuk dalam kurikulum pendidikan daerah masing-masing. Tentunya upaya ini sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan dan Aceh khususnya,” sebut Sudirman.

Sementara itu Rektor IAIN Langsa, Dr. H. Zulkarnaini Abdullah, MA sebelumnya dalam kuliah umum tersebut mengatakan, bahwa segala sesuatu hasil karya manusia yang kreatif dan bermanfaat bagi manusia lainnya harus di apresiasi.

“Bahkan dosen sendiri memiliki kreatifas seni dalam pengajaran, maka atas kreatifitas tersebut mahasiswa juga harus menghargainya sebagai bahagian dari seni dan bahasa yang ada,” sebut Zulkarnaini seraya menambahkan, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Sudirman selaku anggota DPD RI yang menyempatkan dirinya mengisi kuliah umum di IAIN Langsa disela-sela kegiatan resesnya.



Last Updated on Tuesday, 05 May 2015 16:44
 
Ormas Tionghoa, Organisasi Olahraga, dan BPBD Lakukan Donor Darah PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Monday, 04 May 2015 09:37


Para Donor Sangat Antusias Ketika Menyumbangkan Darahnya (Photo : Nas)


Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Langsa dan Yayasan Wihara Budha, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Satgas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langsa bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Minggu (3/5), menggelar donor darah, di Lapangan Merdeka Langsa.


Humas Perbasi, Mulyani, kepada awak media, menjelaskan kegiatan donor darah ini merupakan aksi sosial dan kemanusiaan untuk membantu sesama masyarakat sekaligus mengajak pengurus Perbasi agar peduli kemanusiaan.

Dirinya, menargetkan semaksimal mungkin bisa terkumpul kantong darah. “Kami tidak ada target khusus jumlah kantong yang terkumpul, tapi rapan kami bisa sebanyak-banyaknya, dan masyarakat cukup antusias untuk mendonorkan darahnya," katanya.

Darah yang didonorkan akan diserahkan ke PMI Langsa untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Setetes darah mereka sangat dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkan darah,” katanya.

Lanjutnya, hanya donor darah yang bisa diberikan sebagai sumbangsih kami untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan darah. Karena dalam bentuk materi lainnya, mungkin kami belum memiliki kemampuan untuk merealisasikannya.

Dirinya juga berharap, kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan, karenanya kita jakan berusaha kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan dan ke depan bisa lebih besar lagi," pungkasnya.

Last Updated on Monday, 04 May 2015 10:00
 
LP2M Gelar FGD Tentang Ekosistem Manggrove Langsa PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Monday, 04 May 2015 09:31



Walikota Langsa Tgk.Usman Abdullah.SE, Memberikan Pengarahan Pada FGD Tentang Ekosistem Manggrove

(Photo : Nas)


Lembaga Pengelola Pesisir Meuseuraya (LP2M) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Langsa menggelar Focus Group Discusion (FGD) perlindungan dan pengawasan kawasan ekosistem manggrove langsa, Minggu (3/5), di aula Cakradonya Langsa.


Acara tersebut dihadiri Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Herudojo Tjiptono
Anggota DPD RI, Rafli, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, Wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal. Sedangkan peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari sejumlah SKPK, LSM dan mahasiswa.

Ketua Panitia FGD, Sayed Zahirsyah, menyampaikan dalam rangka memperingati hari bumi LP2M telah melakukan berbagai kegiatan. Selain melakukam kampanye dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mencintai bumi dan lingkungan hidup, beberapa kegiatan nyata telah kami lakukan.

Seperti, pembersihan sampah di wilayah pesisir taman ekowisata manggrove dengan melibatkan lebih kurangb300 relawan yang terdiri dari mahasiswa, Polwan, TNI. Penanaman bibit mamggrove oleh anak-anak PAUD, ini sebagai bentuk pendidioan konservasi anak usia dini dan Focus Group Discusion serta kampanye hijau langsa bersama Rafli dan group Kande.

Dirinya mengharapkan, dengan kegiatan FGD yang dihadiri oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, nantinya dapat menjadi acuan bagi kita semua untuk dapat merumuskan suatu kebijakan pemerintah untuk menyelematkan hutan manggrove di Kota Langsa.

Walikota Langsa, saat membuka acara tersebut, mengatakan sebagai bangsa yang besar maka kita harus mengabdi dan peduli terhadap lingkungan. Dan, apa yang kita lakukan hari ini adalah sebagai bentuk kita cinta kepada tanah air dengan menjaga lingkungan yakni tidak menebang pohon, karena  jika bukan kita yang menyelamatkan bumi kita ini siapa lagi yang akan menyelamatkan.

Untuk itu, diprlukan keseriusan dan keikhlasan kita untuk memelihara lingkungan, ini demi kepentingan kita bersama. Namun, menjaga lingkungan perlu dukungan semua pihak karena menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tapi semua masyarakat.

Pada kesempatan ini, saya minta ada kebijakan tegas dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait moraturium manggrove. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mencari manggrove untuk dijual kepada pengusaha-pengusaha arang," Menjaga hutan manggrove demi anak cucu kita kedepan," tandasnya.

Last Updated on Monday, 04 May 2015 10:10
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 91