Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 10 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Lima Bandit Ranmor Diringkus Polisi PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Tuesday, 20 October 2015 16:41

BB 11 Unit Sepmor Curian Diamankan

LANGSA—Satuan Reksrim Polres Langsa, kembali berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor-red) yang selama ini beraksi di wilayah hukum Polres Langsa. Serta berhasil meringkus lima orang bandit curanmor secara terpisah bersama barang bukti 11 unit sepeda motor hasil curian dan barang bukti lainnya, Senin (19/10).
Kapolres Langsa AKBP. Sunarya, SIK didampingi Wakapolres Kompol Hadi Saepul Rachman, SIK, Kabag Ops AKP. Jatmiko dan Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian, SIK dalam konprensi pers di halaman Mapolres Langsa kepada wartawan mengatakan, pengungkapan sindikat bandit curanmor ini berawal dari pengembangan informasi masyarakat yang melaporkan kehilangan unit kendaraannya.
Dijelaskannya, bahwa pengungkapan lima bandit curanmor ini merupakan rentetan kasus curanmor yang sejak 1 Oktober 2015 lalu, berdasarkan laporan polisi yang diterima. Dimana pada penangkapan awal Kamis (1/10) sekira pukul 03.00 Wib dini hari, petugas dibawah koordinir Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian, SIK berhasil menangkap tersangka DH (25) warga Sungai Pauh, Langsa Barat di kediamannya.
Lanjutnya, bersama tersangka berhasil diamankan barang bukti tiga unit sepmor curian dan satu unit kunci T. “Kemudian dari tersangka DH ini dilakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka MY (34) warga Geudubang Aceh, Langsa Baro, di kediamannya, bersama tersangka juga berhasil diamankan barang bukti, satu unit sepmor jenis Honda Supra tanpa Plat dan Body”, sebut Sunarya.
Diterangkannya lagi, dari pengembangan kedua tersangka ini, petugas juga berhasil mengidentifikasi dua tersangka bandit curanmor lainnya. Masing-masing MN (34) warga Sungai Pauh, Langsa Barat dan MK (31) warga PB. Tengoh, Langsa Barat, akhirnya berhasil diringkus di kediaman masing-masing dan menyita barang bukti satu buah kunci T.
Pengembangan dari kedua tersangka ini, mengarah pada tersangka W warga Idi, Aceh Timur yang saat ini masuk DPO Polres Langsa. Saat dilakukan penggeledahan di kediamannya, petugas menemukan barang bukti enam unit sepmor hasil curian yang telah diamankan di Mapolres Langsa.
“Sementara satu tersangka lainnya, KAB (33) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat, merupakan hasil pengungkapan Polsek Langsa Barat. Bersama tersangka ini juga berhasil diamankan barang bukti satu unit sepmor hasil curian,” sebut Sunarya seraya mengharapkan kepada warga yang merasa kehilangan sepmornya agar dapat melihat ke Mapolres Langsa dan dapat diambil kembali dengan membawa bukti berupa BPKB, STNK dan dokumen lainnya.

 
Peringatan HUT ke-14 Kota Langsa PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Tuesday, 20 October 2015 16:37

Warga Harapkan Pemerataan Pembangunan

LANGSA—Memasuki usia yang ke-14 tahun Pemerintah Kota (Pemko) Langsa pada 17 Oktober 2015 lalu. Warga mengharapkan pemerintah melakukan pemerataan pembangunan guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Senin (19/10).

“Terutama pemerataan pembangunan sarana infrastruktur jalan di kawasan pedalaman dan sarana irigasi bagi masyarakat petani di kawasan Langsa Timur yang merupakan kawasan konsentrasi pertanian di Kota Langsa,” demikian hal ini disampaikan Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Tgk. Nasruddin kemarin.

Dijelaskannya, bahwa 14 tahun adalah usia yang sudah matang bagi pemerintahan untuk melakukan berbagai pembenahan sektor ekonomi dan sosial masyarakat. Sehingga di usia tersebut Langsa sudah benar-benar menjadi kota sejahtera dengan berbagai pembangunan penunjang ekonomi yang memadai.

Lanjutnya, dengan status Langsa sebagai kota jasa, maka sarana inprastruktur jalan menjadi objek prioritas dalam pembangunan. Karena sarana tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat untuk mewujudkan berbagai layanan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.

“Kita berharap dengan momentum 14 tahun ini, Pemko Langsa kedepannya dapat memprioritaskan pemerataan pembangunan inprastruktur jalan dan irigasi dikawasan pedalaman. Sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati pembangunan dan mampu meningkatkan kesejahteraan,” demikian Nasruddin.

 
Pemko Langsa Gelar Pentas Seni Untuk Anak-Anak PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Friday, 09 October 2015 09:19


Dalam rangka menyemarakan hari ulang tahun (HUT) Pemko Langsa ke-14 menyelenggarkan festival bernuansa Islami dan secara resmi dibuka oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah SE diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), Syahrul Thaib SH.MAP bertempat di Lapangan Merdeka Langsa, Senin (5/10) malam.


Asisten II Pemko Langsa, Tgk.H.Kamarullah S.Ag dalam laporannya, menjelaskan, festival itu terdiri dari empat katagori yakni Dzikir Maulid dan Dalael Khairat diikuti oleh seluruh gampong (desa) dan dayah dalam wilayah Pemko Langsa.Kemudian, festival tarian Aceh dan seudati diikuti oleh seluruh siswa/i se-Kota Langsa mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK.


Kemudian, dari hasil pendaftaran sampai dengan Jumat (2/10) jumlah peserta yang sudah mendaftar masing-masing festival Dzikir Maulid sebanyak 19 grup, Dalael Khairat sepuluh grup.Sedangkan, festival tarian Aceh tingkat SD/MI sebanyak 17 grup, SMP/MTs sembilan grup dan SMA/MA/SMK dikuti sebanyak lima grup serta festival Seudati tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK masing-masing  sebanyak tiga grup.


Untuk pemenang setiap festival akan disediakan hadiah berupa tropi dan uang pembinaan.Namun, bagi pemenang dikatagorikan menjadi enam yakni juara I, II, III, harapan I,II,III.


“Festival di selenggarakan selama empat hari mulai Senin-Kamis (5-8/10) dalam rangka menyemarakan HUT Pemko Langsa ke-14 yang jatuh pada tanggal 17 Oktober ini dan untuk peserta disediakan kue plus minum oleh panitia pelaksana,”ujarnya.


Sedangkan, dewan juri untuk festival zikir mauled dan dalael kairat dari unsur Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Langsa.Kemudian, festival tarian Aceh dan seudati dari unsur Dinas Pendidikan setempat dan Dinas Pariwisata,Olahraga dan Budaya setempat.


Dalam sambutannya walikota yang dibacakan Sekdakot, mengatakan,dengan berkembangnya seni budaya secara langsung juga akan menunjang kelestarian seni dan budaya dari waktu ke waktu terus berkembang dengan baik.


Dikatakan, agar kelestarian seni budaya tidak hilang begitu saja dan terpengaruh oleh budaya asing, maka kita harus dapat pelihara dan lestarikan dengan baik, sehingga tetap eksis serta menjadi warisan  yang sangat berharga untuk generasi kita yang akan datang.


“Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Kota Langsa dimana pun berada, kiranya dapat memelihara dan menghidupkan seni dan budaya lokal masing-masing yang diwujudkan dengan melaksanakan berbagai gelaran seni budaya maupun menciptakan karya-karya seni lainnya sesuai dengan perkembangan zaman,”harapnya.


Namun, dari sisi akademis, seni budaya perlu di pelajari dan dikembangan.Karenanya, dengan adanya dua perguruan tinggi di wilayah ini yakni Universitas Samudera (Unsam) dan Institut Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala (IAIN ZCK)  Langsa, hendaknya bisa memberikan kontribusinya untuk mengembangkan seni dan budaya sesuai dengan adat di daerahnya.


Makanya, dengan adanya berbagai  pergelaran seni budaya seperti yang di selenggarakan ini sebagai momentum dalam melestarikan seni dan budaya itu sendiri dan media penyampaian informasi yang sangat berguna untuk  pembangunan, perbaikan kehidupan, moral bangsa serta ajakan  untuk meningkatkan persatuan diantara kita.


“Penyelenggaraan festival ini semata-mata untuk menyadari kita bahwa seni dan budaya Aceh yang bernafaskan Islam akan memiliki arti strategis sebagai bagian dari pembinaan umat Islam dan kepada seniman-seniman Aceh disarankan agar lebih banyak berdialog, bertukar kreatifitas untuk terus mengembangkan berbagai jenis seni maupun budaya yang bernafaskan Islam yang sesuai perkembangan zaman,”ujarnya lagi.


Sejatinya Seni Budaya yang bernafaskan Islam ini dipandang tepat sebagai sarana untuk membendung kemerosotan akhlak umat, dengan menggelar contoh-contoh nyata ketedanan Islam. Maka melalui festival seperti akan dilaksanakan sekarang ini, dengan lantunan Syair dan lagu religius yang edukatif yang memotivasi para remaja sebagai generasi penerus bangsa, merupakan alat paling praktis dan persuasif guna membendung limbah infgormasi yang merusak moral untuk memberikan manfaat bagi segenap lapisan umat.


Selain itu, diminta kepada dewan juri agar bekerjalah dengan jujur dan objektif dalam memberikan penilaian setiap penampilan peserta, sehingga nantinya siapapun yang terpilih menjadi yang terbaik, terpilihlah para peserta yang benar-benar baik.(Nas)

 
LAPORAN PANGGAR DPRK LANGSA TERHADAP KUA – PPAS APBK LANGSA TAHUN 2016 PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Sunday, 30 August 2015 18:31

Langsa – Panitia Anggaran DPRK Langsa, pada Sidang Paripurna II Masa Persidangan III Tahun Sidang 2015, DPRK Langsa, menyampaikan Laporan tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBK Kota Langsa Tahun Anggaran 2016. Selasa(25/8).

KUA serta PPAS, RAPK Langsa Tahun 2016, telah mengalami pembahasan yang cukup alot oleh Panggar Pemerintah Kota Langsa dan Panggar DPRK Langsa. Adanya kegiatan PILKADA Kota Langsa 2017, POPDA Aceh 2016 yang diselenggarakan di Kota Langsa, begitu pula Anggaran Bantuan Dana Desadidalam Ruang Lingkup Pemerintah Kota Langsa, yang anggarannya sangat menguras APBK Langsa Tahun 2016.

Tanggapan Panitia Anggaran DPRK Langsa

Setelah Panggar DPRK Langsa mengadakan rapat pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Kota Langsa, dengan melakukan kritisasi terhadap rancangan KUA dan PPAS Apbk Langsa tahun Anggaran 2016, maka perlu dilakukan penyempurnaan kembali dalam penyusunan RAPBK Langsa, diantaranya yaitu :

  1. Pendapatan Daerah yang diusulkan dalam KUA maupun PPAS sebesar Rp. 816.382.166.644,30,- setelah pembahasan mengalami peningkatan pada PAD dari Sektor Pajak, Retribusi, Penerimaan Zakat, Infak dan Sadaqah, sebesar Rp. 2.589.138.875,- menjadi Rp. 818.971.305.519,30,-. Pendapatan Asli Daerah ini akan dapat bertambah pada saat pengusulan RAPBK Langsa nantinya, dimana Penerimaan Pendapatan akan dihitung berdasarkan data Potensi yang sebenar-benarnya ada.
  2. Belanja Daerah yang diusulkan dalam KUA maupun PPAS ssebesar Rp. 851.712.129.709,00,- setelah pembahasan mengalami penurunan sebesar Rp. 2.794.582.139,- menjadi ssebesar Rp. 848.917.547.570,00,-. Belanja yang diusulkan dikurangi dan diefisiensi berdasarkan kemampuan keuangan yang ada untuk mengurangi defisit sebelum pembiayaan.
  3. Defisit sebelum   pembiayaan yang  diusulkan   dalam  KUA  dan  PPAS  sebesar  Rp. 35.329.963.064,70,- setelah pembahasan dikurangi dan mengalami penurunan sebesar Rp. 5.383.721.014,-, menjadi  sebesar Rp. 29.946.242.050,70,-. Defisit ini ditutupi dengan pembiayaan Netto dari sisa lebih perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya, diperkirakan sebesar Rp. 29.946.242.050,70,-. Sehingga defisit APBK Langsa Tahun 2016 didalam KUA dan PPA yang akan disahkan bersama, sebelum pembiayaan adalah Nol (nihil).

Kesimpulan

Setelah melalui Pembahasan dan Penyesuaian, maka penjabaran KUA dan PPAS APBK Langsa Tahun 2016, secara garis umum sebagai berikut :

Pendapatan Asli Daerah: Rp.  115.993.002.584,00,-                              

Dana Perimbangan: Rp.   518.541.739.710,00,-                              

Lain-Lain Pendapatan Daerah yang sah: Rp.  184.436.563.225,30,-

PENDAPATAN DAERAH Rp.   818.971.305.519,30,-

BELANJA DAERAH Rp.   848.917.547.570,00.-

DEFISIT Rp.    29.946.242.050,70

PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Rp.   29.946.242.050,70,-

Pengeluaran Pembiayaan Daerah Rp.________-________

Pembiayaan Netto Rp    29.946.242.050,70,-

Sisa lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan : Rp. 0,00

Terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Langsa Tahun Anggaran 2016 yang telah disampaikan secara umum diatas, untuk selanjutnya dapat kiranya disepakati, yang dituangkan kedalam NOTA KESEPAKATAN yang ditandatangani bersama, antara Walikota Langsa dan Pimpinan DPRK Langsa.

Last Updated on Sunday, 30 August 2015 18:35
 
Cabang Fahmil Qur’an Putra Kota Langsa Juara MTQ Ke-32 Aceh PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 25 August 2015 20:52



Kafilah Kota Langsa dalam MTQ ke-32 Aceh


Nagan Raya – Al Haikal Habibi, Aulia Rizki dan Nuzul Fitriansyah, pada cabang Fahmil Qur’an Putra, Kafilah Kota Langsa, berhasil menjadi juara satu pada cabang Fahmil Quran putra Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi ke-32 di Kabupaten Nagan Raya,dengan memperoleh nilai akhir 1.275.

Babak final cabang fahmil Qur’an yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Suka Makmu, Nagan Raya, berhasil menggeser tiga saingannya, daerah Aceh Selatan, (1.175), Nagan Raya (1.025) dan Lhokseumawe, (575),  Senin (24/8).

Diawal babak final Al Haikal Habibi dan kawan-kawan, hanya berhasil mengumpulkan nilai 975, menduduki posisi ketiga dibawah Aceh Selatan dan Nagan Raya. Namun dalam sesi rebutan, Kafilah Kota Langsa, menambah perolehan nilai dan berhasil meninggalkan lawan-lawannya.

Dari hasil itu, kafilah Kota Langsa, cabang Fahmil Qur’an putra, terdiri dari Al-Haikal Habibi, Aulia Rizki dan Nuzul Fitriansyah, dibawah bimbingan Ustadz Khalis Hasan, S.Pd.I, berhasil memperoleh juara satu MTQ tingkat provinsi di Nagan Raya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kafilah Kota Langsa, Tgk.H.Kamarullah, S.Ag, didampingi Koordinator kafilah, Tgk.Mukhtarmidi, Tgk.Fauzaruddin, dan Sri Verawati, mengucapkan terimakasih kepada warga Kota Langsa, yang telah ikut mendoakan sehingga memperoleh kemenangan pada cabang Fahmil Qur’an, juga terima kasih khusus kepada Haikal dan kawan-kawan serta guru pembimbingnya yang sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam kemenangan ini.

“Terimakasih kepada semua warga Kota Langsa yang memberikan dukungannya lewat doa dan bangga kepada ketiga anak-anak yang begitu gigih belajar serta guru pembimbingnya yang sabar dalam mengajari mereka, sehingga memperoleh hasil yang terbaik di cabang ini,”ujar Tgk Kamarullah yang akrab disapa Abon.

Selain cabang Fahmil Qur’an, Kafilah Kota Langsa, juga menempatkan beberapa cabang lainnya pada babak final MTQ Provinsi Aceh ke 32 di Nagan Raya, seperti cabang Hafids Qur’an 30 juzs putra, Fhadil Ramadhan, Tafsir Bahasa Indonesia, Nur Balqis serta Munadianur Husni dan Nisfah Juwita, pada cabang Khad Kontemporer (kaligrafi)

Lokasi Perlombaan pada MTQ Provinsi Aceh ke 32, menggunakan kantor-kantor Dinas, Badan serta SKPD keseluruhannya saling berdekatan, karena terletak pada satu kompleks yaitu pada Pusat Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya, Suka Makmu, sedangkan acara pembukaan serta penutupan dilaksanakan di Arena Utama, alun-alun Suka Makmu.

Last Updated on Tuesday, 25 August 2015 20:57
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 93