Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 2 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Gagalkan Aksi Perampokan Nasabah Bank PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Monday, 09 March 2015 22:41

Kapolres Langsa Berikan Penghargaan kepada Personil Polisi dan Satpol PP


Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK, memberikan penghargaan kepada sejumlah personil Satpol PP dan Polisi karena telah berhasil menangkap dan menggagalkan perampokan nasabah BRI Cabang Langsa pada Jumat (6/3) sore.

Penghargaan tersebut diberikan disela-sela upacara penyambutan dan orientasi Brigadir Remaja tahun 2014, Senin (9/3), dihalaman Mapolres Langsa. Upacara tersebut dihadiri oleh Wakapolres Langsa, Kompol. Hadi Saepul Rahman, SIK, Kasatpol PP dan WH Langsa, Yudi F Putra serta sejumlah perwira dan personil Polres Langsa.

Adapun nama-nama personil Polres Langsa yang menerima penghargaan adalah Aiptu. Sabaruddin, Brigadir. Lukman Hakim, Brigadir. Ahmad Fadhil, Brigadir. Arwin Mahzar Siregar, Bripka. Sumaryono, Bripda. Taufik Akbar Ali. Sedangkan anggota Satpol PP yakni Feri Ferdiansyah, Marzuki, Putra Indra dan Ariswanto.

Kapolres, mengucapkan terima kasih kepada personil Polres Langsa dan Satpol PP yang telah berhasil menangkap serta menggagalkan tindak pidana perampokan nasabah BRI Cabang Langsa.

Sementara itu, kepada anggota Polri yang baru selesai melaksanakan pendidikan agar dapat segera beradaptasi dilingkungan Polres Langsa serta dapat melaksanakan tugas dengan baik, ikhlas dan jujur serta patuh dan taat kepada pimpinan. Karena, kedepan tugas Polri semakin berat serta penuh tantangan dan rintangan.

Sedangkan tidak kalah pentingnya adalah menjadi anggota Polri harus menjaga sikap dan prilaku serta moral, jangan sampai kita sebagai penegak hukum tapi kita yang melanggar hukum dan tidak bisa memberi contoh teladan yang baik bagi masyarakat.

Kapolres menegaskan, dirinya tidak mau mendengar laporan dari masyarakat tentang adanya oknum Polres Langsa yang mabuk-mabukan miras, judi apalagi menggunakan narkoba.


Hal ini dikarenakan kita sebagai insan Polri mempunyai tugas pokok sebagai pengayom, pelindung, pelayan serta penegak hukum dalam Kamtibmas. Jika ditemukan ada anggota Polres Langsa yang melakukan hal tersebut, maka saya tidak segan-segan untuk memgambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dilingkungan Polri imbuhnya.

Last Updated on Monday, 09 March 2015 22:41
 
‎KNPI Diminta Tingkatkan Partisipasi dalam Pembangunan PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Sunday, 08 March 2015 23:10

LANGSA--DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Langsa, diminta untuk lebih meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan daerah. Juga mensinergiskan program antar organisasi dibawah naungannya, supaya lebih terlihat eksistensi dalam pembangunan daerah.

"Dengan momentum pelantikan DPD KNPI Kota Langsa ini, pemuda/pemudi yang bergabung dalam kepengurusan KNPI harus lebih meningkatkan partisipasi dalam pembangunan Kota Langsa.

Selain itu kepada organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di Kota Langsa agar dapat bersinergi satu sama lainya dengan wadah induk organisasi KNPI ini, sehingga organisasi - organisasi pemuda yang ada di Kota Langsa ini lebih terlihat eksistensinya dan partisipasinya dalam pembangunan," demikian hal ini disampaikan Wakil Walikota Langsa, Drs. Marzuki Hamid, MM dalam arahannya pada pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Langsa periode 2015-2018 di aula Cakradonya kemarin.

Marzuki juga menyampaikan, terkait dengan kondisi kekinian di Aceh menyangkut peredaran narkoba, dirinya meminya pemuda juga harus mampu membangun karakter dan moralitas, supaya tidak ikut terjerumus dalam lingkaran narkoba. Karena pemuda merupakan generasi masa depan bangsa dan daerah, maka harus menjadi garda terdepan dalam membasmi narkoba di Aceh.

Ditambahkannya, harus ada kepedulian pemuda dalam memusuhi narkoba dan menjauhi maksiat, "Semoga ada kepedulian para pemuda Kota Langsa, supaya Langsa khususnya menjadi benteng masuknya peredaran narkoba ke Aceh dari luar daerah," demikian harap Marzuki.

Sementara itu, Ketua DPD I KNPI Aceh, Jamaluddin, ST dalam sambutannya mengharapkan kepada 140 orang pengurus KNPI Kota Langsa periode 2015-2018 yang sudah dilantik, agar dapat membuktikan eksistensinya kepada masyarakat Langsa. Berbagai dinamika yang terjadi di negara kita ini, khususnya di Aceh semoga menjadi pelajaran, anak muda di bumi Iskandar Muda di uji lagi dengan narkoba.

"Harapan saya KNPI dapat terus menjaga perdamain dan menjauhi narkoba, karena Pemuda hari ini pemimpin yang akan datang, jangan sampai kedepannya negara dan daerah kita dipimpin oleh generasi narkoba, sebab itu hanya akan menghancurkan bangsa," sebutnya.

Sedangkan, Ketua DPD KNPI Langsa, Zulfan. SH. MSi, dalam sambutannya usai pelantikan mengharapkan, pelantikan ini menjadi awal kebangkitan Pemuda/OKP untuk mempererat rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraan sehingga tercipta tali silaturahmi yang kokoh diantara pemuda.

”Organisasi didirikan bukan untuk mencari lawan namun mencari kawan sehingga menjadi sahabat dan seterusnya kita menjadi saudara,” sebut Zulfan seraya menambahkan, kehadiran KNPI semoga bisa menuntaskan narkoba, hingga hilang peredarannya dalam Kota Langsa.

 
Cemarkan Keuchik secara tertulis, Empat Tuha Peut Alue Pineung Dijerat Hukum PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Sunday, 08 March 2015 23:07

LANGSA--Akibat melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap pimpinan gampong (Keuchik-red) Alue Pineung, Langsa Timur, Zulkifli OK, secara tertulis kepada Walikota Langsa pada 17 Oktober 2013 lalu. Akhirnya, empat perangkat Tuha Peut gampong setempat yang terdiri dari ketua dan anggota dijerat dengan hukum pidana dan berstatus tersangka.

Kini berkas perkara keempat perangkat Tuha Peut Gampong Alue Pineung, telah dinyatakan lengkap (P21) dan telah dilimpahkan atau diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, bersama empat tersangka masing-masing, Jailani selaku Ketua Tuha Peut Alue Pineung, Abdullah, Sugiono dan Siti Raya, masing-masing sebagai anggota.

Berdasarkan penelusuran Langsa Klik, kasus pencemaran nama baik Keuchik Alue Pinenung, Langsa Timur oleh ketua dan anggota Tuha Peut setempat, berawal dari tudingan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh Keuchik setempat Zulkifli OK terkait dana BLT, sisa beras miskin (raskin), diskriminasi warga dan tidak dapat mendamaikan perselisihan masyarakat di gampong.

Tudingan penyimpangan tersebut tertuang dalam surat berkop Tuha Peut Gampong Alue Pinenung Kemukiman Seuneubok Antara, Langsa Timur, tentang usulan pemberhentian Zulkifi OK sebagai Keuchik Gampong Alue Pineung kepada Walikota Langsa C/q Camat Langsa Timur, tertanggal 17 Oktober 2013 dengan nomor surat 05/TP-AP/IX/2013 yang masing-masing ditandatangai oleh Ketua Tuha Peut, Jailani, anggota : Sugiono, Abdullah dan Siti Raya, serta mengetahui Imum Mukim Seuneubok Antara, Usman Majid, SE.

Adapun isi surat tersebut, berdasarkan pemintaan masyarakat dan hasil pencermatan, mempelajari dan musyawarah bersama, maka Tuha Peuat minta kepada Camat Langsa Timur untuk mencopot saudara Zulkifli OK dari jabatan Keuchik dan menunjuk pejabat yang baru. Adapun kesalahan dan penyimpangan yang didasarkan pada usulan dimaksud yaitu, pemotongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak Rp.20 ribu/KK tanpa dimusyawarahkan dengan perangkat, tuha peut serta masyarakat penerima BLT.

Juga sisa pembagian beras yang dititipkan di kedai Kaur Pembangunan gampong setempat dan dijual, dimana hasil penjualan digunakan untuk pembangunan mesjid tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan perangkat gampong. Juga di nilai keuchik merugikan kepentingan umun, meresahkan masyarakat serta mendiskriminasikan warga dan tidak dapat mendamaikan perselisihan warga di gampong.

"Atas tuduhan dan tudingan ini, saya selaku keuchik Alue Pineung, keberatan dan tidak terima, apalagi semua yang dituduhkan itu tidak benar. Maka 23 Oktober 2013 lalu, saya melaporkan tuha peut bersama ketuanya ke polisi dengan pidana penghinaan dan pencemaran nama baik menggunakan tulisan," sebut Keuchik Alue Pineung, Langsa Timur, Zukifli OK kemarin.

Disebutkannya, berdasarkan pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang dilakukan Polres Langsa kepadanya sebagai pelapor, kasus pencemaran nama baiknya oleh tuha peut gampong sudah dinyatakan lengkap (P21) dari Kejari dan polisi telah menyerahkan empat tersangka bersama barang bukti kepada JPU Negeri Langsa pada 10 Februari 2015 lalu untuk proses hukum lanjutan ke persidangan.

"Terkait dengan hasil penyidikan dan status mereka (tuha peut-red) yang sudah jadi tersangka, sesuai qanun Kota Langsa nomor 14 pasal 11 tentang pemberhentian sementara tuha peut, saya juga sudah menyurati Walikota Langsa untuk menggantikan ketua tuha peut dan anggotanya, sampai proses hukum terhadap mereka tuntas, dan alhamdulillah permohonan itu direspon oleh pak wali, yang saat ini sedang dalam penanganan Kabag Pemerintahan Pemko Langsa," demikian Zulkifli.

 
‎Walikota : WH harus Ikut Berantas Narkoba PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Sunday, 08 March 2015 23:04

‎LANGSA--Selain menegakkan qanun syariat Islam,  memberantas khalwat, khamar, maisir (judi), WH juga harus ikut aktif bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian setempat dalam memberantas Narkoba. Sebab saat ini peredaran narkoba sudah sangat meresahkan dan sudah merambah ke gampong-gampong, bahkan sampai ke dusun-dusun.

"Aceh secara umum sudah pada level darurat narkoba, maka dari itu saya minta WH untuk ikut serta dan proaktif memberantas narkoba di Kota Langsa," demikian hal ini disampaikan Walikota Langsa, Tgk. Usman Abdullah, SE pada acara safari Subuh di masjid Nurul Iman Gampong Selalah Kecamatan Langsa Lama, kemarin, Sabtu (7/3).

Dijelaskannya, saat ini narkoba telah merambah ke anak sekolah, dimana dari sekian banyak kasus narkoba di ungkap kepolisian, ada diantaranya yang menjadi pemakai adalah anak-anak usia sekolahan. Untuk itu, WH yang selama ini gencar melakukan razia terhadap pelanggar syariat, juga harus merazia narkoba, sebab narkoba juga melanggar syariat.

"Jadi sekali lagi saya minta tolong kepada Kadis Syariat Islam untuk mengrazia pengendar, dan pemakai narkoba di daerah kita. Tentu bekerja sama dengan BNN, aparat Kepolisian, Keuchik dan tokoh masyarakat lainnya," pinta Usman Abdullah seraya menambahkan, kepada masyarakat juga diminta untuk proaktif dan melaporkan setiap ada indikasi narkoba di masyarakat kepada kepolisian, kepada WH atau langsung kepadanya.

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM secara terpisah, mengatakan, pihaknya akan melaksanakan perintah Walikota untuk membangun hubungan sinergisitas WH dan Polisi dalam melakukan razia dan memberantas pengedar dan pemakai narkoba di Kota Langsa.

"Kita akan membangun kerja sama dengan semua unsur untuk memerangi narkoba. Kalau semua kita dan warga masyarakat melaksanakan syariat Islam secara kaffah, maka dipastikan gembong, pemakai dan pengendar Narkoba akan gulung tikar di negeri ini," demikian Ibrahim Latif.

 
Pengurus Majelis Ta'lim ASSUNNI Dukung Langkah Penegakan Hukum Terhadap GAFATAR PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Sunday, 08 March 2015 23:02

Pengurus Mejelis Ta'lim ASSUNNI Kota Langsa mendukung langkah demontrasi yang dilakukan oleh pelajar di Banda Aceh terkait penegakan hukum terhadap organisasi Gerakan Fajar Nusantara ( GAFATAR) Aceh,  beberapa waktu lalu, hal ini disampaikan oleh Sekretaris Muhammad Iqbal kepada media, Minggu (8/3).


Menurutnya Pemerintah Aceh harus mengambil sikap tegas terhadap organisasi Gerakan Fajar Nusantara ( GAFATAR) Aceh, yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh beberapa waktu lalu.


Selain itu juga aparat penegak Hukum segera menuntaskan dan mempwrcepat proses hukum terhadap pengurus ajaran sesat seperti GAFATAR ini, karena telah mengusik ketentraman umat islam di Aceh dengan sengaja mengajarkan hal hal yang menyimpang dengan ajaran islam.


Iqbal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan elemen sipil lainnya agar waspada terhadap pihak-pihak yang berusaha melakukan pendangkalan Aqidah di bumi Aceh dengan mengiming- iming gaji atau fasilitas lainnya.


Sesuai dengan fatwa MPU Aceh nomor 01 Tahun 2015 tentang Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) Aceh, sudah sepantasnya Pemerintah Aceh mengambil lahkah tegas sebagai upaya pencegahan dini serta mempersempit ruang gerak para pelaku pendangkalan aqidah di Serambi Mekkah ini.


Sebagai lembaga sosial Mejelis Ta'alim ASSUNNI Kota Langsa terus memantau langkah yang di ambil oleh Pemerintah Aceh terkait kasus GAFATAR ini, jangan sampai para pelaku terbebas dari jeratan hukum imbuhnya.


Lebih lanjut dia mengatakan Aceh sebagai daerah yang diberlakukan Syariat Islam secara konstitusi justru marak tumbuhnya organisasi siluman seperti Millata Abraham, Gafatar dan LDII yang bergerak dibidang aliran sesat, kita menilai hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan aparatur pemerintah di Aceh.


Kalau ini terus dibiarkan oleh pemerintah dan masyarakat maka tidak tertutup kemungkinan generasi aceh kedepan akan menjadi pemimpin gereja ungkapnya.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 88