Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 5 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
Tanpa Akses Keuangan dari Bank, Pengembang Komit Selesaikan Pembangunan Langsa Town Square PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Tuesday, 03 March 2015 20:58

‎Pembangunan Langsa Town Square yang dimulai sejak akhir tahun 2012, banyak kendala yang dihadapi oleh pihak pengembang, salah satunya tidak diberikan pinjaman oleh pihak bank yang ada di Aceh. Akan tetapi pengembang tetap menyelesaikan pembangunan tersebut.tentang

"Pembangunan Langsa Town Square developer tidak ada tempat untuk tawar menawar, akan semua keluh kesah yang dirasakan. dengan niat yang tulus saya tetap menyelesaikan pembangunan ini," kata Developer Langsa Town Square, Sures Kumar, kepada Langsa Klik, Minggu (1/3), di Langsa.


Dijelaskannya, total anggaran pembangunan Langsa Town Square akan menghabiskan dana sebesar Rp 100 Milyar, dan saat ini sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 50 Milyar. Tanpa ada bantuan dari pihak bank yang ada di aceh akan tetapi bisa saya buktikan saya mampu merampungkan pembangunan ini, dengan dukungan masyarakat pedagang yang ada di kota langsa dan saat ini lantai dasar sudah rampung hampir 100 persen," InsyaAllah sudah bisa ditempati satu bulan kemudian," ujarnya.


Diakuinya, tanpa bantuan dari pihak bank dirinya banyak mengalami kendala, tapi karena dukungan masyarakat pedagang dan dengan kegigihan yang dimilikinya maka pembangunan Langsa Town Square tetap terus berjalan sebagaimana yang diharapkan. Seandainya, jika pembangunan ini dibantu oleh pihak bank khususnya bank daerah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pembangunan-pembangunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat agar terciptanya lapangan pekerjaan, maka pembangunan ini akan cepat selesai.
"Jika dari awal semua komitmen berjalan sesuai pelening bersama bank pendukung hususnya bank daerah maka akhir 2015 pembangunan ini rampung semua," ucapnya.


Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat pedagang yang sudah menunggu dengan sabar hingga pembangunan ini selesai. Begitupun juga kepada pihak-pihak terkait lainnya yang sudah membantu baik tenaga, pikiran maupun materil hingga pembangunan ini sampai sekarang masih terus berjalan meskipun terjadi keterlambatan," Tanpa bantuan bank saya seperti teraniaya, tapi karena saya bertekad untuk memajukan aceh khususnya langsa, maka pembangunan ini tetap saya lakukan dan walaupun ini sangat pahit buat saya sebagai pelaku bisnis harus saya terima,"tegasnya.


Menurutnya, dengan selesainya pembangunan Langsa Town Square ini maka akan tercipta central perekonomian baru dan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat menengah ke bawah dengan jangka panjang serta menjadika Kota Langsa kota yang mandiri sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Langsa. Untuk itu dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada pedagang dan seluruh elemen masyakat yang sudah lama menanti wajah baru kota langsa. 
"Bersama pasti kita bisa dan tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua media masa yang mendukung hingga suksesnya pembangunan Langsa Town Square," imbuhnya.

 
‎Masyarakat Tangkap Perusak Jalan Setapak Hutan Manggrove PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Tuesday, 03 March 2015 20:52

Akhirnya, masyarakat Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat, menangkap dua orang pemuda yang diduga kuat siswa sebagai perusak dinding beton jalan setapak kawasan wisata hutan manggrove di gampong setempat. Setelah ditangkap kedua pemuda yang merupakan  siswa salah satu SMK di Langsa kemudian dibawa ke Kantor Walikota Langsa, Selasa (3/3).


Juliadi (42), warga Kuala Langsa yang menangkap ke dua siswa itu, kepada Langsa Klik, menyebutkan, dua orang oknum siswa yang ditangkap tersebut yakni AA, (17), warga Aceh Timur dan SW, (18), warga Aceh Tamiang.


Dijelaskannya, penangkapan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dimana saat itu dirinya yang berprofesi sebagai tukang parkir di sekitar lokasi setempat, sedang berada di kawasan jalan setapak hutan manggrove.


Awalnya ia mengetahui oknum siswa itu masuk ke jalan setapak hutan manggrove berjumlah empat orang. Saat itu, ia merasa curiga akan keberadaan  mereka yang memakai seragam sekolah tapi berada di kawasan hutan manggrove disaat jam belajar sekolah.

Atas dasar kecurigaan itupun, ia mengintai siswa-siswa itu dengan merunduk disekitar lokasi jalan setapak tanpa diketahui mereka. Setelah lama menunggu akhirnya kecurigaannya benar dan melihat siswa tersebut sedang merusak dengan cara menendang dinding jalan setapak kawasan hutan manggrove, melihat aksi itu dirinya pun langsung bergegas menghampiri mereka.

" Apa yang kalian lakukan itu," kata Junaidi kepada siswa tersebut. Mendengar suara teguran itu spontan mereka terkejut dan melarikan diri, tapi, naas bagi dua siswa ini berhasil ditangkap, sedangkan kedua siswa lainnya berhasil melarikan diri. Setelah ditangkap mereka langsung dibawa ke Kantor Pemerintah Kota Langsa untuk diberitahukan kepada Walikota bahwa selama ini yang merusak jalan setapak itu berhasil ditangkap.

Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, mengatakan dirinya sangat menyesalkan dan kecewa aksi dua siswa tersebut. Karena, mereka ini merupakan generasi penerus bangsa, tapi mengapa mempunyai moral seperti itu. Padahal, yang dirusak itu merupakan kepentingan umum dan seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik bukan dirusak seperti sekarang ini.

Apalagi, pembangunan jalan setapak kawasan hutan manggrove itu membutuhkan biaya milyaran rupiah, dan kini yang dirusak hampir mencapai 80 persen. Dan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kini mereka kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum, ini agar menjadi efek jera bagi masyarakat lain," Selama ini kita menduga yang merusak jalan setapak itu warga langsa, tapi ternyata bukan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK tempat oknum siswa belajar, ketika diminta tanggapan terkait siswanya yang tertangkap merusak jalan setapak, mengakui bahwa kedua siswanya itu sejak pagi tidak masuk sekolah. Dan, selama ini disekolah mereka tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Atas perbuatan mereka, maka pihak sekolah akan memanggil kedua orang tua siswa tersebut.

Ketika ditanya sanksi apa yang akan diberikan, dirinya mengatakan saat ini kita belum bisa meberikan sanksi apa-apa, sampai ada kejelasan proses hukum dari pihak kepolisian.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP. Suparwanto, menjelaskan, untuk tahap awal mereka akan kita bawa ke Mapolsek guna dimintai keterangan, dan jika nantinya kedua siswa ini terbukti bersalah maka akan kita berikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, kita juga akan melakukan pengecekan ke TKP, sejauh mana yang mereka rusak, dan jika nantinya mereka harus mengganti rugi maka itu harus dilakukan, namun terkait ganti rugi ini kita serahkan kembali kepada Pemerintah Kota Langsa karena yang mengalami kerugian pemerintah.Pungkas AKP Suparwanto

Last Updated on Tuesday, 03 March 2015 20:53
 
Sertijab Jajaran Polres Langsa PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 03 March 2015 20:39

Langsa – Kapolres Langsa, AKBP Sunarya, SIK, dihalaman Mako Polres Langsa, Selasa (03/03) pagi, melaksanakan serah terima jabatan Kasat Lantas dari IPTU, T. Zia Fahlevie kepada IPTU, Cut Putri Amelia, Kapolsek Langsa Timur dari AKP, M. Faslan,SH, diserah-terimakan kepada IPTU, Azwan yang sebelumnya sebagai Kapolsek Sungai Raya, sementara itu Kapolsek Sungai Raya yang baru dijabat oleh IPTU, Nasrul.  Sedangkan Jabatan KabagOps Polres Langsa, yang selama ini kosong, dijabat oleh AKP, Jatmiko yang sebelum nya bertugas sebagai Panit 1, Subdit I, Kamneg Reskrimum, Polda Aceh.

Dalam arahannya, AKBP Sunarya, SIK, menyampaikan terima kasih kepada para pejabat yang selama ini sudah mengabdikan dirinya di Polres Langsa, serta harus lebih baik lagi dalam bertugas ditempat yang baru dan terima kasih kepada para Bhayangkari yang sudah mendampingi para suami selama ini.

Kepada Pejabat yang baru, seperti Kabag Ops dan Kasat Lantas, Kapolres Langsa, AKBP, Sunarya,SIK, mengucapkan selamat bertugas, semoga dapat beradaptasi serta bekerja dengan baik di Polres Langsa.

Hadir dalam acara Sertijab ini, Wakapolres Langsa, Kompol, Hadi Saepul Rahman, SIK, para Kabag, Kasat dan Kapolsek dalam jajaran Polres Langsa.

 
Kapolres Langsa Silaturahmi ke MUQ PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Saturday, 28 February 2015 10:23

LANGSA--Mengawali masa kerjanya di Kota Langsa, Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK beserta jajarannya, melakukan kunjungan silaturahmi ke Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa di Gampong Alur Pinang, Langsa Kota, Jumat (27/2).

Kehadiran Kapolres Langsa didampingi istri tersebut disambut dengan tradisi tepung tawar (peusijuk-red) oleh mudir MUQ Drs. H. Muhammad Yunus Ibrahim, M.Pd dan tokoh ulama Langsa, Abu Ibrahim Daud. Serta disambut dengan kumandang shalawat nabi yang disampaikan para santri MUQ setempat.

Dalam kunjungan perdananya tersebut, Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika MUQ, atas penyambutan dan kesediaan melakukan silaturahmi dengan jajaran Polres Langsa. Dia berharap silaturahmi ini dapat membangun keakraban dan kekeluargaan antara MUQ dengan polisi, khususnya Polres Langsa dan jajarannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang tiga jam itu, Sunarya menyampaikan tentang pendaftaran Polisi, "Kemarin ada kebijakan dari bapak Kapolda Aceh, bahwa untuk mencetak Polisi yang Baik berahklak, bermoral modern profosional, oleh karena itu Kapolda Aceh membuat kebijakan merekrut anggota Polisi dari Dayah dan Pondok Pesantren," sebutnya.

Dijelaskannya, terkait kebijakan Kapolda tersebut, maka adik-adik Santriwan/santriwati yang ingin menjadi anggota polisi, harus menyiapkan diri terlebih dahulu sejak dini. Terutama menyangkut akademik, fisik, kepribadian dan psikologis, karena itu semua modal dasar untuk mendaftar menjadi anggota Polisi.

"Saya sudah mendengar untuk alumi pesantren MUQ ini sudah ada yang bekerja, kuliah di Kairo, dan menjadi anggota TNI / POLRI. Untuk itu adik-adik harus dapat menjaga nama baik alumi Pondok Pesantren ini, agar kita dapat berguna di dalam masyarakat," ajak Sunarya.

Pada kesempatan itu, Sunarya juga menyampaikan komitmennya dalam rangka memberantasan narkoba di Langsa, hal ini demi menjaga generasi yang mewariskan leluhur dan Budaya yang akan memajukan Kota Langsa kedepan. Untuk itu dirinya berpesan agar semua masyarakat menghindari narkoba. (dai)

 
Empat Pelanggar Syariat Dicambuk PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Saturday, 28 February 2015 10:21

LANGSA--Sedikitnya empat orang pelanggar syariat islam perkara khalwat dan maisir yang telah mendapatkan putusan mahkamah syar'iyah, menjalani eksekusi cambuk di depan umum, yang digelar di tribun lapangan merdeka Langsa, usai shalat Ashar kemarin, Jumat (27/2).

"Keempat terpidana cambuk tersebut masing-masing Hamzah (21) warga gampong Paya Bujok Teungoh, Langsa Barat, dan Kh(19) warga Gampong Blang Senibong, Langsa Kota, keduanya pasangan perkara khalwat. Serta dua orang perkara maisir (judi) yakni Andnan (45) warga gampong Paya Bujok Blang Paseh, Langsa Kota, dan Mustafa (35) warga Gp. Teungoh, Langsa Kota," demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, Drs. H. Ibrahim Latif, MM kemarin.

Dijelaskannya, untuk pelanggar kasus khalwat masing-masing dikenakan hukuman cambuk sebanyak 5 kali dihadapan umum. Sementara untuk pelanggar kasus maisir masing-masing akan dikenakan hukuman cambuk sebanyak enam kali di depan umum, pelaksanaan eksekusi dilakukan oleh algojo yang telah ditetapkan dengan menggunakan rotan.

Ibrahim Latif didampingi Kabid Bina Syariat, Sahrial, SE, AK dan Danton WH, Tgk. Irmansyah, mengatakan, dalam pelaksanaan eksekusi cambuk ini, pihaknya menyediakan fasilitas supaya pelaksanaan eksekusi cambuk berjalan lancar. Dirinya juga, berharap mudah-mudahan pelaksanaan hukum cambuk ini dapat menjadi i'tibar dan pelajaran kepada pelaku dan kepada masyarakat lainnya.

"Eksekusi cambuk ini baru perdana di tahun 2015, dan ini insyaallah akan terus berlanjut. Kita upayakan setiap hari jumat akan terus kita upayakan melaksanakan eksekusi hukum cambuk," ujar Ibrahim.

Hadir dalam acara pelaksanaan eksekusi hukum cambuk itu, Walikota Langsa, Kajari, Kapolres, ketua Mahkamah Syariah, dan sejumlah kepala Dinas, dan ribuan masyarakat lainnya. (dai)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 87