Sekilas Pandang Kota Langsa

Situs Pemerintah

Link Terkait

Online Saat ini

We have 3 guests online

Polling Publik

Situs Resmi Pemerintah Kota Langsa
KLARIFIKASI TENTANG LAPORAN PENYALAHGUNAAN DBH PBB MIGAS TAHUN 2010 – 2013 DI PEMKO LANGSA PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 28 July 2015 07:57



Surat Klarifikasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Dana Perimbangan

Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Images : Ayi)



Surat yang ditandangani oleh Sdr. Muslim,SE, bukan berasal dari Direktorat Dana Perimbangan dan diduga terjadi

penyalahgunaan Kop Surat Kemenkeu RI (Images : Ayi)

LANGSA - Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Dana Perimbangan, melalui Surat yang ditandatangani oleh Rukijo, selaku Direktur Dana Perimbangan, Nomor : S-174/PK.2/2015, Tanggal 13 Juli 2015, tentang Penjelasan/Klarifikasi atas Laporan Penyalahgunaan DBH PBB Migas, Pemerintah Kota Langsa, Tahun Anggaran 2010 – 2013.

Surat tersebut merupakan jawaban atas Surat Walikota Langsa, Nomor : 180/1520/2015, tanggal 24 Juni 2015 tentang Laporan Penyalahgunaan Dana Bagi Hasil PBB Migas Untuk Kota Langsa sebesar 53 Milyar yang dilansir Media cetak berdasarkan surat dengan menggunakan Kop Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Direktorat Dana Perimbangan, yang dikeluarkan di Langsa, Tanggal 18 Juni, ditandatangani Muslim, SE, selaku Asistensi Montada, Monitoring Moneter Daerah.

Dalam suratnya, Direktorat Dana Perimbangan, menyampaikan bahwa, surat yang ditandangani oleh Sdr. Muslim,SE, bukan berasal dari Direktorat Dana Perimbangan dan merupakan penyalahgunaan kop Surat Direktorat Dana Perimbangan, penjelasan/klarifikasi selajutnya sebagai berikut :

1. Kop Surat Resmi, Direktorat Dana Perimbangan mencantumkan alamat Kantor, Nomor Kotak Pos, Nomor Telepon dan Nomor faksimili serta website.

2. Dalam menyampaikan informasi kepada daerah via surat, Direktorat Dana Perimbangan tidak menggunakan materai pada kolom tandatangan, karena secara aturan cukup hanya tandatangan pejabat yang berwenang dan stempel resmi kantor.

3. Sesuai tugas dan fungsinya, Direktorat Dana Perimbangan tidak berwenang melakukan penyelidikan atas penyalahgunaan Dana Perimbangan, termasuk Dana Bagi Hasil Migas sehingga tidak mungkin memberikan mandat kepada pihak manapun.

4. Selain itu informasi yang disampaikan terkait penggunaan DBH PBB Migas tidak sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan data DBH PBB Migas yang disampaikan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.  Dalam surat dan pemberitaan di surat Kabar disampaikan bahwa DBH PBB Migas hanya dapat digunakan untuk wilayah (1) masyarakat miskin, (2) rawan bencana, dan (3) rentan terkena penyakit, adalah tidak benar, karena sesuai  UU 33/2004, tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan PP 55/2005,  tentang Dana Perimbangan,  penggunaan DBH Migas tidak diatur dan merupakan diskresi daerah (block grant) atau dapat digunakan sesuai prioritas daerah. Pernyatan mengenai DBH Migas periode 2010-2013 untuk Kota Langsa sebesar  Rp 53,6 Miliar juga tidak tepat, karena jumlah yang disalurkan pada periode tersebut hanya sebesar Rp 49,2 miliar, dengan rincian sebagai berikut :Tahun 2010, Rp. 12.771.564.579, Tahun 2011, Rp. 13.374.706.589, Tahun 2012, 12.026.301.401, Tahun 2013, Rp. 11.013.122.377, jumlah keseluruhan Rp. 49.185.694.946.

Last Updated on Tuesday, 28 July 2015 08:19
 
Polisi Gerebek Judi Online Di Warnet PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Friday, 08 May 2015 09:38


Kabag Ops Polres Langsa, AKP. Sujatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian sedang memperlihatkan tersangka dan barang bukti judi online sbobet, di Aula Mako Polres Langsa. Rabu (6/5).(Photo : Ayi)


LANGSA—Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa, berhasil mengungkap sindikat judi online sbobet yang selama ini beroperasi di warnet Rafa Net jalan Sudirman, Gampong PB. Pase, Langsa Kota. Dari penggerebekan itu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti ID, uang tunai dan empat orang tersangka, Rabu (6/5).

Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SH, SIK melalui Kabag. Ops. AKP. Sujatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP. Reza Arifian, SIK, kepada wartawan dalam konprensi pers di Aula Mapolres mengatakan, penggerebekan warnet penyedia judi online sbobet tersebut dilakukan pada Selasa (5/5) malam sekira pukul 23.30 Wib.

Dijelaskannya, pengungkapan judi online sbobet tersebut berawal dari laporan masyarakat dilanjutkan dengan penyelidikan yang dilakukan petugas. Dimana hasil pengungkapan diketahui bahwa warnet Rafa Net selama ini menyediakan layanan judi online sbobet dan menjual ID bagi pemainnya.

“Dari hasil penyelidikan itu akhirnya, pada Selasa (5/5) malam, sekira pukul 23.30 Wib, kita melakukan penggerebekan. Disana kita berhasil mengamankan tersangka operator berinisial RE (25), dan tiga orang pemain judi online sbobet masing-masing berinisial AM (17), MR (16) dan MO (20), semuanya warga Kota Langsa,” sebut Sujatmiko.

Ditambahkannya, selain itu pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa, dua unit komputer, uang tunai sebesar Rp. 245 ribu, satu kartu ATM dan buku rekening BRI, dan 16 lembar nomor ID judi online dengan nilai slot Rp. 200 ribu, Rp. slot 100 ribu dan slot Rp. 50 ribu.

Lanjutnya, dari pengakuan tersangka diketahui bahwa perkiraan omset pendapatan judi online sbobet ini mencapai lebih kurang Rp. 3.350.000 perhari atau mencapai Rp. 100.500.000 perbulannya. “Kini keempat tersangka bersama barang bukti sementara diamankan di Mapolres Langsa guna penyidikan, dan terhadap tersangka akan dikenakan pasal 5, 6 Jo Pasal 23 qanun nomor 13 tahun 2003 tentang pidana perjuadian atau maisir, dengan ancaman uqubat cambuk di depan umum paling banyak 12 kali dan paling sedikit 6 kali,” sebut Sujatmiko lagi.

Disinggung terkait izin operasional warnet yang terbukti menyediakan layanan judi online tersebut, Sujatmiko mengatakan, menyangkut perizinan usaha warnet dimaksud pihaknya akan membicarakan perihal ini dengan pihak dinas terkait.

Last Updated on Friday, 08 May 2015 09:42
 
Polres Langsa Amankan 5 Kg Narkoba Jenis Sabu. PDF Print E-mail
Written by Zulhari Abdullah   
Tuesday, 05 May 2015 16:23



Kapolres Langsa AKBP.Sunarya.SIK, menunjukkan tersangka dan barang bukti narkotika jenis Sabu seberat 5 Kg, hasil pengungkapan  jaringan narkoba internasional di Mapolres Langsa, Senin (4/5). (Photo : Ayi)



Langsa – Satserse Narkoba Polres Langsa berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional.  Pada Minggu (3/5), sekitar pukul 20.30 WIB, di  Jalan Pertahanan Gang Abdurrahman,  Deli Serdang, Sumatra Utara, berhasil menangkap dua tersangka beserta barang bukti 5 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Langsa, AKBP. Sunarya, SIK, didampingi Wakapolres, Kompol. Hadi Saepul Rahman, SIK, Kabag Ops, AKP. Jatmiko dan Kasat Narkoba, Ipda. Syamsudin, kepada sejumlah wartawan, Senin (4/5), di Aula Mapolres Langsa, menjelaskan, pengungkapan peredaran narkoba tersebut berdasarkan pengembangan dari kasus ekstasi yang sebelumnya sudah terungkap dengan tersangka Hermansyah.

Atas pengembangan dan berdasarkan pengakuan tersangka Hermansyah, polisi mendapatkan informasi bahwa ada satu unit mobil Ford Ranger warna putih BL 8127 KS dari Aceh Utara membawa narkoba jenis sabu, dan setelah memastikan informasi tersebut serta menemukan target yang melintas di wilayah hukum Polres Langsa.

Dengan melakukan penjejakan serta pengejaran terhadap mobil yang melintasi Kota Langsa menuju arah Medan, Kasat Narkoba beserta anggota pada pukul 20.30,di Jalan Pertahanan Gang Abdurrahman, Patumbak, Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil mengamankan dua tersangka masing-masing Hafnirudin (43), warga Desa Alue Anoe Barat, Dusun Barona, Baktiya, Aceh Utara dan Rudi Hartono Nasution (26), warga Desa Gading, Datuk Bandar, Asahan. Dialamat tersebut, Polisi berhasil menemukan lima bungkus besar narkoba jenis sabu dengan berat keseluruhan lima kilogram

Selain mengamankam 5 kilogram narkoba jenis sabu, polisi juga menyita barang bukti lain yakni satu buah bong yang terbuat dari botol plastik, satu botol alkohol, satu gulung alumunium foil, satu unit mobi merk Ford Ranger warna putih BL 8127 KS, tiga buah handphone dan satu tas hitam.

Kapolres, menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut berasal dari Malaysia dan masuk melalui Aceh Utara, dan kemudian di bawa ke Medan Sumatra Utara. Dimana sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Sumatra Utara dan Aceh dan jika dinominalkan sabu seberat 5 kilogram tersebut berjumlah lebih kurang Rp 3,5 Milyar.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 112 Subs Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," Kedua tersangka bisa juga dikenakan hukuman mati," jelas Kapolres.

Last Updated on Tuesday, 05 May 2015 16:36
 
Haji Uma Eumpang Breuh, Isi Kuliah Umum di IAIN Langsa PDF Print E-mail
Written by Bahtiar.MA   
Tuesday, 05 May 2015 16:17



Haji Uma Eumpang Breuh sedang menyerahkan cendramata DPD RI kepada Rektor IAIN Langsa,
Dr. H. Zulkarnaini Abdullah, MA usai memberikan kuliah umum di kampus setempat, Senin (4/5)


LANGSA—Sudirman atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Uma, pemeran utama dalam serial komedi Aceh, Eumpang Breuh, yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, memberikan kuliah umum tentang perlindungan budaya dan bahasa daerah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Senin (4/5).

Dalam materinya, anggota Komite III DPD RI yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan, bahwa perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar sekarang ini secara tidak langsung telah membuat bahasa daerah mulai ditinggalkan.

“Ini sangat ironis, karena sekarang kita lihat anak-anak kita sudah mulai malu untuk berbicara dengan bahasa daerah, khususnya bahasa kita Aceh. Berdasarkan hasil penelusuran kita, bahasa Aceh saat ini hanya menjadi bahasa komunitas kecil dalam lingkup kemasyarakatan, tentunya ini harus diselamatkan jangan sampai generasi Aceh nantinya tidak bisa lagi berbahasa Aceh,” sebut Sudirman.

Menurut Sudirman, mulai memudarnya kesadaran masyarakat untuk berbicara dengan bahasa daerah masing-masing dalam interaksi sosial, selain pengarus perkembangan teknologi. Juga dikarenakan tidak adanya regulasi hukum jelas yang melindungi kelestarian bahasa daerah sebagai bahagian dari kekayaan seni dan adat.

Lanjutnya, bahkan khusus untuk Aceh saat ini masyarakat sudah mulai merasa malu atau minder bila berbicara dengan bahasa Aceh dalam interaksi sosial. Bahkan seni Aceh seperti drama dan lagu-lagu dalam bahasa daerah menjadi seni yang tidak disukai dalam masyarakat.

“Ini kondisi yang sangat memprihatinkan, makanya saya selaku anggota Komite III DPD RI sekarang sudah mengusulkan rancangan undang-undang tentang perlindungan bahasa dan kesenian daerah dengan menjadikannya masuk dalam kurikulum pendidikan daerah masing-masing. Tentunya upaya ini sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan dan Aceh khususnya,” sebut Sudirman.

Sementara itu Rektor IAIN Langsa, Dr. H. Zulkarnaini Abdullah, MA sebelumnya dalam kuliah umum tersebut mengatakan, bahwa segala sesuatu hasil karya manusia yang kreatif dan bermanfaat bagi manusia lainnya harus di apresiasi.

“Bahkan dosen sendiri memiliki kreatifas seni dalam pengajaran, maka atas kreatifitas tersebut mahasiswa juga harus menghargainya sebagai bahagian dari seni dan bahasa yang ada,” sebut Zulkarnaini seraya menambahkan, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Sudirman selaku anggota DPD RI yang menyempatkan dirinya mengisi kuliah umum di IAIN Langsa disela-sela kegiatan resesnya.



Last Updated on Tuesday, 05 May 2015 16:44
 
Ormas Tionghoa, Organisasi Olahraga, dan BPBD Lakukan Donor Darah PDF Print E-mail
Written by Nasruddin   
Monday, 04 May 2015 09:37


Para Donor Sangat Antusias Ketika Menyumbangkan Darahnya (Photo : Nas)


Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Langsa dan Yayasan Wihara Budha, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Satgas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langsa bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Minggu (3/5), menggelar donor darah, di Lapangan Merdeka Langsa.


Humas Perbasi, Mulyani, kepada awak media, menjelaskan kegiatan donor darah ini merupakan aksi sosial dan kemanusiaan untuk membantu sesama masyarakat sekaligus mengajak pengurus Perbasi agar peduli kemanusiaan.

Dirinya, menargetkan semaksimal mungkin bisa terkumpul kantong darah. “Kami tidak ada target khusus jumlah kantong yang terkumpul, tapi rapan kami bisa sebanyak-banyaknya, dan masyarakat cukup antusias untuk mendonorkan darahnya," katanya.

Darah yang didonorkan akan diserahkan ke PMI Langsa untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Setetes darah mereka sangat dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkan darah,” katanya.

Lanjutnya, hanya donor darah yang bisa diberikan sebagai sumbangsih kami untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan darah. Karena dalam bentuk materi lainnya, mungkin kami belum memiliki kemampuan untuk merealisasikannya.

Dirinya juga berharap, kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan, karenanya kita jakan berusaha kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan dan ke depan bisa lebih besar lagi," pungkasnya.

Last Updated on Monday, 04 May 2015 10:00
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 91